sip

sip
ditengah

Jumat, 23 April 2010

ILMU MAKKI DAN MADANI

ILMU MAKKI DAN MADANI

  1. Pengertian Ilmu Makki dan Madani

Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas ihwal bagian Al Qur’an yang Makki (diturunkan di Makkah) dan bagian yang Madani (diturunkan di Madinah), baik dari segi arti dan maknanya, cara mengetahuinya, atau tanda masing-masingnya, maupun macam-macamnya.
Para ulama’ menetapkan bahwa masa turunnya ayat/surat adalah dasar penentuan Makkiyah atau Madaniyah. Maka dibuatlah definisi sebagai berikut :
“Makkiyah adalah yang diturunkan sebelum Nabi hijrah ke Madinah, sekalipun turunnya di luar Makkah. Sedangkan Madaniyah adalah yang diturunkan sesudah Nabi hijrah, meskipun turunnya di luar Makkah.

  1. Karakteristik / Ciri Khas Surat Makkiyah dan Madaniyah

    1. Karakteristik / Ciri Khas Surat Makkiyah
        1. Dimulai / berisi nida’ (panggilan) yang ditujukan kepada penduduk Makkah atau orang kafir, musyrik, dsb, dengan ungkapan : “Yaa ayyuhan Naasu” atau “Yaa ayyuhal Kaafiruun” atau “Yaa Banii Aadama”. Dalam Al Qur’an, bentuk nida’ tersebut ada 292 ayat.
        2. Di dalamnya terdapat lafadz “Kalla”. Dalam Al Qur’an disebutkan 33 kali di 25 surat terakhir dari Mushhaf Utsmani.
        3. Dimulai dengan huruf tahajji (huruf abjad atau yang terpotong-potong), seperti :
, dsb. Kecuali surat Al Baqarah dan Ali Imron. Terdapat 27 surat.
        1. Di dalamnya terdapat ayat-ayat sajdah.
        2. Di dalamnya terdapat kisah para Nabi dan umat terdahulu, selain surat Al Baqarah dan Al Maidah.
        3. Kebanyakan surat / ayat-ayatnya pendek-pendek, nda perkataanya keras dan agak bersajak.
        4. Mengandung seruan untuk beriman kepada Allah dan hari akhir serta menggambarkan keadaan syurga dan neraka.
        5. Berisi ajaran prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan pranata social yang tinggi.
        6. Mendebat orang-orang musyrik dan menerangkan kesalahan pendirian mereka.
        7. Banyak terdapat lafadz qosam (sumpah).

    1. Karakteristik / Ciri Khas Surat Madaniyah
        1. Berisi izin jihad fi sabilillah dan hukum-hukumnya, seperti surat Al Baqarah, Al Anfal, At Taubah dan Al Hajj.
        2. Berisi hukum-hukum pidana, faraidh, ibadah, muamalah, munakahat (pernikahan), dan hukum-hukum kemasyarakatan, kenegaraan, pergaulan, dsb.
        3. Di dalamnya menyinggung hal ihwal orang munafiq, kecuali surat Al Ankabut.
        4. Mendebat kepercayaan ahli kitab dan mengajak mereka tidak berlebihan dalam beragama.
        5. Kebanyakan surat/ayat-ayatnya panjang-panjang, sehingga jelas dalam mene-rangkan hukum karena ungkapannya luas dan uslubnya terang.
        6. Berisi ayat-ayat nida’ (panggilan) yang ditunjukkan kepada penduduk Madinah dan seruan : “Yaa ayyuhal Ladziina Aamanuu”, terdapat 219 ayat dalam Al Qur’an.

  1. Urgensi / Kegunaan Ilmu Makki dan Madani

    1. Mudah diketahui mana ayat-ayat yang turun lebih dahulu dari Al Qur’an.
    2. Dapat membedakan dan mengetahui ayat yang nasikh dan mansukh.
    3. Mengetahui dan mengerti sejarah pensyari’atan hukum-hukum Islam (Taarikhut Tasyri’) yang amat bijaksana dalam menetapkan peraturan-peraturan.
    4. Mengetahui hikmah disyari’atkannya suatu hukum.
    5. Meningkatkan keyakinan terhadap kebenaran, kesucian, dan kemurnian Al Qur’an.
    6. Mengetahui tahap-tahap dakwah Islamiyah dalam Al Qur’an secara berangsur dan bijaksana.
    7. Mengerti perbedaan uslub (bentuk bahasa) Al Qur’an, karena perbedaan golongan yang dituju / yang dimaksud.
    8. Dapat mengetahui situasi dan kondisi lingkungan masyarakat pada waktu turunnya Al Qur’an, khususnya masyarakat Makkah dan Madinah.

Daftar Pustaka

H.A., Abdul Djalal, Prof. Dr. 2008. Ulumul Qur’an. Dunia Islam. Jakarta.


Roisul Fathawiyana – 933301009
Tafsir Hadits – Ushuluddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar