Loading...
Loading...
Loading...

sip

sip
ditengah

Jumat, 23 April 2010

Pengertian pendidikan anak –anak

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyimpan insan yang berkualitas. Menurut Undang –Undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mwujudakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sebagai mana pendidikan pada umumnya, kita ketahui merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Dimana pun di dunia ini terdapat masyarakat dan di sana pula terdapat pendidikan. Meskaipun pendidikan merupakan suatu gejala yang umum dalam setiap kehidupan masyaraka, namun perbedaan filsafat dan pandangan hidup yang dianut masing – masing bangsa atau masyarakat, menyebabkan adanya perbedaan penyelenggaraan termasuk perbedaan sistem penddikan tersebut.

Yang penting ialah marilah kita sekarang menyelami tujuan pendidikan dan pengajaran di negri kita sendiri, sebagai pegangan dasar di dalam menunaikan tugas kita sebagi pendidik, pembina masyarakat dan bangsa

Rumusan Masalah

1 Apakah pendidikan anak-anak itu?

2 Apa tujuan pendidikan anak –anak itu ?

3 Prinsip –prinsip pendidikan anak –anak ?

4 Apa pentingnya pendidikan daam lingkungan keluarga ?

5 Kedudukan orang dewasa pada pendidkan anak –anak ?

6 Peranan Ibu dan Ayah

BAB II

PEBAHASAN

A Pengertian pendidikan anak –anak

Pendidikan anak – anak adalah suatu upaya pembinaan yang di tunjukan kepada anak – anak yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantru pertumbuhan dan perklembangan jasmani dan rohani agar anak memliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut

.

B Tujuan pendidikan anak –anak

Secara umum tujuan pendidikan anak –anak sebagai potesi anak – anak sebagai persiapan untuk hidup dan dapat mensesuaikan dari dengan lingkungan sekitarnya.

Pemerintah Indopnesia juga telah menggariskan dasar –dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran itu di dalam Undang – Undang Dasar no 12 tahun 1954, terutama pasal 3 dan 4 yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 3 :Tujuan pendididkn dan pengajaran ialah membentuk manusia susilah yang cakap dan warga negara yang denokratis serta bertanggungjawab tentang kesejahtraan masyarakat dan tanah air

Pasal 4 :Pendidikan dan pengajaran berdasarkan atas asas – asas yang termaktub dalam ”Pancasila” Undang – Undang Dasar Negara Indonesia dan atas kebudyaan kebangsaan Indonesia.

Kalai kita meneliti aapa yang tercantum pada pasal –pasaldi atas nyatalah apa yang menjadi tugas pedidik it, yatu:

a. Membentuk manusia susila

b.Menbentuk manusia susila yang cakap

c. Membentuk warga negara

d.Membentuk warga negara yang demokratis

e. Membentuk warga negara yang bertanggungjaab tentang kesejahtraan masyarakat dan tanah air

Didalam GBHN 1983 – 1988 tujuan pendidikan dinyatakan sebagai derikut:

Pendidikan bertujuan untukmeningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia – manusia pembangun yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama bertanggung jawabatas pembangunan bangsa.

C. Prinsip – Prinsip Pendidikan Anak –Anak

Dalam melaksanakan pendidikan anak – anak hedaknya menggunakan prinsip –prinsip sebagai berikut:

1.Berorentasi pada kebutuhan anak – anak

Kegiatan pembelajaran pada anak – anak harus senantiasa berorentasi kepada kebutuhan anak – anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya – upaya pendiikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkebangan baik perkembangan pisik maupun pesikis, yaitu intelek tual, bahasa,motorik, dan sosi oemosional

2. Belajar melalui bermain

Bermain merupakan saran belajar anak- anak. Melalui bermain, anak diajak untuk bereksplorasi,menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Juga bisa untuk menarik anak – anak supaya lebih aktifuntuk belajar, dan juga bisa memberikan kesan terhadap anak – anak itu sendiri.

3. Lingkungan yang kondusif.

Lingkungan harus di ciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memprhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.Lingkungan juga bisa menimbuklkan efek samping terhadap anak-anak.Contohnya ” jikalau linhkungan kotor atau kurang bersih ini bisa menimbulkan anak-anak itu kurang sehat dan bisa membuat anak tidak nnyaman.

4. Menggunakan pembelajaran terpadu

Pembelajaran pada anak-anak harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontektual.Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.

5. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup

Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan.Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri,mandiri dan bertanggung jawab serta memiliki disiplin diri

6. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar

Media dan sumber pembelajaran dapat beerasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja di siapkan oleh pendidik/guru.

7. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang

Pembelajaran bagi anak-anak hendaknya dilakukan secara bertahap,dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak.Agar konsep dapat dikuasai demgam baik hendaknya guru menyajikan kegiatan-kegiatan yang berulang.

Tentunya tujuan dan prinsip-prinsip pendidikan anak-anak diatas akan dapat tercapai melalui peran aktif semua pihak yang terlibat yakni orang tua,tenaga pendidik,siswa-siswi,pemerintah dan masyarakat,serta keberadaan dana pendidikan yang cukup pula.Di Indonesia proses pendidikan belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,sehingga apa yang menjadi sasaran pendidikan tersebut belum dapat diwujudkan.Keadaan ekonkmi yang belum sepenuhnya pulih,jumlah penduduk yang besar,kondisi geografis Indonesia yang luas serta belum maksimalnya peran serta seluruh komponen bangsa menjadi kenyataan yang dapat memperlambat proses pembangunan pendidikan nasional.

D. Pentingnya Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga

Kita ketahui bahwa tugas keluarga dalam mendidik anak-anaknya sudah sangat berat dan harus dibantu oleh sekolah.Tetapi kita harus ingat bahwa tidak semua anak sedari kecilnya sudah menjadi tanggungan sekolah.janganlah kita salah tafsir bahwa anak-anak yang sudah disrahkan di sekolah untuk dididiknya adalah seluruhnya menjadi tnaggung jawab sekolah.Telah dikatakan bahwa kewajiban sekolah adalah membantu keluaraga dalam mendidik anak-anak.

Dalam mebndidik anak-anak itu sekolah melanjutkan pendidikan anak-anak yang telah dilakukan orang tua di rumah.berhasil baik atau tidaknya pendidikan disekolah disekolah tergantung pada dan di pengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga.Pendidikan keluarga adalah fondamen atau dasar dari pendiodikan anak selanjutanya.Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menetukan pendidikan anak itu selanjutnya,baik disekolah maupun dimasyarakat.

Perlu pula kita ketahui bahwa dasr pendidikan menurut Rousseau ialah alam anak-anak yang belum rusak,anak-anak gharus dididik sesuai drngan alamnya.Kata-kata Roussseau yang penting dan selalu menjadi pedoman bagi kaum pendidik ialah anak itu bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil.Pikiran,perasaan,keinginan dan kemampuan anak itu berbeda dengan kemampuan orang dewasa.

E. Kedudukan Orang Dewasa Pada Pendidikan Anak

Pendidikan oramg tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak-anak,dan yang diterimanya dari kodrat.Orang tua adalah pendidik sejati,pendidik karena kodratnya.Oleh karena itu kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati pula.Kasih sayang harus dijaga jangan sampai berunah menjadi memanjakan.Kasih sayang harus dilengkapi dengan pandangan yang sehat tentang sikap kita terhadap anak karena pendidikan berdasarkan kasih sayang saja kadang-kadang mendatangkan bahaya.

Lebih bahaya lagi bagi pertumbuhan jiwa anak-anak jika kasih sayang itu disertai kekhawatiran ortu.Banyak ortu yang merasa kahwatir kalau anak-anaknya akan terpengaruh oleh keadaan asekelilingnya,yang penuh dengan kesukaran-kesukaran dan bahaya-nahaya serta hal-hal yang kotor.Mereka menahan anak-anaknya supaya dirumah saja,tidak boleh bermain atau bercampur baur dengan anak lain.

Adapula kasih sayang orang tua yang salah yaitu mengharapkan kesenangan dan kepuasan bagi dirinya dari anak-anaknya.contohnya adalah orang tua yang mengharapakan anak nya menjadi orag yang berkuasa dan ternama dalam masyarakat yang sebenarnya hanya untuk kebanggaan mereka saja.Akibatnya tidak jarang orang-orang tua yang memaksa anaknya memilih jabatan tertentu sesuai dengan kehendaknya.Akibatnya,bnayk anak yang gagal dalam mencapai cita-cita nya yang mengakibatkan kekecewaan pula bagi orang tuanya.

E.Peran Ibu

Pendidikan seorang ibu terhadap anaknya merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali.Maka dari itu seorang ibu hendaklah seorang yang bijaksana dan pandai mendidik anaknya.Sebagian orang mengatakan kaum ibu itu adalah pendidik bangsa.

Sesuai dengan fungsi serta tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga dapat disimpulkan bahwa peranan ibu dalam pendidikan anak-anaknya adalah sebagai berikut:

a. Sumber dan penberi rasa sayang

b. Pengasuh dan pemelihara

c. Tempat mencurahkan isi hati

d. Pengatur kehidupan rumah tangga

e. Pembimbing hubungan pribadi

f. Pendidik dalam segi-segi emosional

F. Peranan Ayah

Disamping ibu,seorang ayah pun memgang pernan yang penting pula.Anak memandang ayahnya sebagai orang yang tertinggi prestisenya atau gengsinya.Kegiatan seorang ayah terhadap pekerjaannya sehari-hari sungguh besar pengaruhnya kepada anak-anaknya lebih-lebih anaknya yang telah agak besar.

Ditinjau dari fungsi dan tugasnya sebagai ayah,dapat dikemikakan disini bahwa peranan ayah dalam pendidikan anak-anaknya yang lebih dominan adalah sebagai berikut:

a. Sumber kekuasaan didlam keluarga

b. Penghubung intern keluarga dengan masyarakat atau dunia luar

c. Pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga

d. Pelindung terhadap ancaman dari luar

e. Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan

f. Pendidikan dalam segi-segi rasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar